SOCIAL MEDIA


Kalau berbicara Korea yang jadi hal favorit gue adalah pilihan produk perawatan wajah yang bagus-bagus. Soalnya contoh dan hasil akhirnya seperti perempuan korea yang terlihat luar biasa kan? Tapi, jangan benar-benar suka sampai mencoba. Gue udah lama mencoba produk ini karena penasaran dan terpincut dengan tampilan produk yang bagus.

Adalah Althea Korea Real Fresh Skin Detoxer - Rose. Althea Korea adalah e-commerce basis korea yang menjual produk-produk kecantikan korea. Real Fresh Skin Detoxer adalah produk keluaran mereka sendiri dengan 2 varian yaitu Rose dan Green Tea.

Konsep produk cukup menarik buat gue karena di webiste Althea sendiri menyebutkan bahwa ini produk 2 in 1, bisa jadi masker wajah dan juga sabun cuci muka. Selain itu konsep lain seperti bahan-bahan produk terutama Rose ini mengandung kelopak bunga mawar asli.

Gue mau menjabarkan kenapa ini jadi skin care korea favorit gue beberapa bulan ini?

Engga Pelit Produk


Ini isinya bener-bener banyak, mungkin konsep facial wash dan masker memang seperti itu, tapi emang untuk ukuran skin care Korea dan buat gue ini tergolong sangat generous dalam memberikan produk.

Real Fresh Skin Detoxer ini sudah dipakai beberapa bulan belakangan dan emang engga pernah gue pakai dalam jumlah yang banyak, rasanya emang ngga abis-abis aja. Satu dan lain hal juga karena produk ini hanya gue pakai di pagi saja dan itupun kalau inget.

Konsep Yang Praktis


Awalnya gue bilang kan kalau klaim dari Althe adalah ini 2 in 1 yang bisa berfungsi sebagai masker bersamaan sebagai sabun cuci muka. Ini konsep yang unik karena praktis dan travel friendly terlepas dari efeknya akan seperti apa.

Althea juga memberikan klaim kalau ini dipakai sebagai masker selama 10 detik kemudian dibilas layaknya facial wash pada umumnya. Tekstur produk yang gel dengan serpihan kelopak mawar juga mejadikan skin care Korea satu ini favorit banget secara pribadi buat gue.

Mencerahkan Kulit


Semua produk skin care sebagus apapun dia, akan bisa terlihat hasilnya di pemakaian yang cukup lama minimal 3-4 minggu, karena saat itulah lapisna kulit kita berganti. Namun semua produk bisa telrihat hasilnya setelah produk tersebut digunakan juga namun tidak bertahan lama.

Real Fresh Skin Detoxer ini terlihat hasilnya yaitu bikin wajah lebih cerah dan terasa lebih bersih. Dia engga ngasih efek yang tight artinya minyak di wajah gue engga terkuras habis which is a good thing.  Dia mengangkat cukup banyak kotor di wajah hingga cukup bisa mencerahkan kulit.


Alasan lainnya Real Fresh Skin Detoxer ini jadi skin care Korea favorit gue adalah harga yang cukup terjangkau untuk ukuran produk Korea, mau beli lagi juga gue akan baik-baik saja. Tapi gue juga pengen banget nyobain yang varian Green Tea.

~
Your Sunday Pills
by ranilukman

Skin Care Korea Favorit

25/12/2019


Beberapa bulan lalu berkesempatan nyobain Make Over Powerstay Vivid Waterlite Lip Stain, dari namanya aja udah ada vivid yang berarti kuat, dan lip stain yang artinya hanya memberikan bekas atau tanda. Bingung ngga tuh? gue sih iya.
Baca Juga : Review Lip Tint Korea
Ekspektasi awal gue akan produk ini adalah dia lip tint yang ringan dan tekstur cair dengan produk yang gampang menyerap di bibir gue dan kasih warna yang terlihat natural.

Ekspektasi gue sungguh melenceng jauh.

Klaim dari Make Over sih ini ringan kaya air, warna intens, dan tahan lama. Mari kita bedah.

Katanya Ringan Kaya Air.

Jujur teksturnya lebih kental dari lip tint kebanyakan hampir kaya lip cream, otomatis dari tekstur gue susah melihat darimana ini ringan kaya air, justru yang ada di pikiran gue ini akan sangat berat di bibir gue.


Ternyata setelah lo pakai, produknya gampang didistribusikan di bibir dan langsung menyebar dengan santuy di bibir gue. Kalau dari teksturnya engga terlihat dia ringan kaya air, berarti dari rasa di bibirnya dia memang terasa ringan seperti air.

Kesimpulannya jangan menilai dari tampilan, dan jangan sok tau kaya gue.

Warna Intens.

Ya dari nama sih kita semua bisa setuju kalau ini memang akan memberikan warna intens. Tapi benar-benar melesat jauh dari ekspektasi gue! Yang gue harapkan hanya warna merah yang walaupun merah tapi terlihat kalem, eh ternyata...


Tapi gue ngga komplain karena ya memang seperti itu klaimnya. Warna yang gue pakai yaitu Passion ini jenis warna oranye yang warm gitu, kalo di kulit gue nih terlihat lebih eksotis gitu. Hanya saja karena ini warnanya benar-benar intens, gue jadi agak takut dipakai untuk sehar-hari. Takut di judge, anaknya ciut.

Namun, gue belum bisa bicara banyak karena engga semua warna gue cobain. Malah gue cobain salah satu warna merah jadi bisa dibilang ya wajar kalau hasilnya bahenol banget. Mungkin berbeda kalau gue cobain warna nude, sayangnya ini warna yang gue suka juga jadi yaudalah.

Kesimpulannya iya bener ini kaya namanya Vivid, pakailah dengan bijak.

Tahan Lama

Wajar sih, namanya aja Lip Stain jenis produk bibir yang tahan lama diantara produk lain. Karena biarpun produknya kehapus di bibir, tapi akan meninggalkan bekas warna yang lebih menyatu di bibir. Jadi otomatis tahan lama. Engga dipungkiri. Engga akan berdebat.

Yang jadi alasan menurut gue juga adalah karena warnanya yang vivid ini jadi dia akan menambah ketahanan produk di bibir, ditambah tekstur yang agak kental itu juga bisa jadi salah satu faktor dia lebih tahan lama.


Pernah ini produk gue pakai buat jadi blush, betapa menyesalnya gue karena sempet gue biarin beberapa detik sebelum gue blend, eh dia ngeblok dong. Yang jadi permasalahan adalah itu warna merah gonjreng di pipi gue tahan 8 jam dari gue pake kerja! bahkan tahan air saat gue wudhu. Mau nangis aja gue, disaat cushion gue udah babay yang ada di pipi gue malah warna merah.

Lain kali jangan kaya gue yang sok tau.

Satu lagi yang gue suka adalah ini untuk beberapa saat di awal dia sangat full coverage! Lip Tint ini gue nobatkan sebagai lip tint full coverage karena sebelum dia nge-set di bibir gue, dia benar-benar menutupi keseluruhan bibir gue yang hitam ini.


Gue engga menyesali keputusan impulsif gue diawal untuk membeli produk ini karena ini worth every penny, terlepas dari warna gonjreng yang tetap akan gue fungsikan beberapa kali kok.

~
Your Sunday Pills
by ranilukman


Mencoba Lip Stain Apakah Sesuai Klaim Brand?

24/12/2019

Tiba-tiba ingin flashback pertama kali gue bener-bener percaya diri buat menunjukkan kemampuan merias wajah gue yang biasa-biasa saja. Pertama kali gue mempublikasikan kemampuan gue meningkatkan tampilan wajah gue, dengan memperlihatkan aneka warna di wajah.


Tulisan kali ini kalian akan melihat foto-foto gue yang super jadul, engga jadul-jadul banget sebenarnya dan gue akan mencoba menjelaskan beberapa gambar tersebut.

Siap?

Gue rada ngga siap.

Tapi yaudah, yuk.

My Most Favorite!



 I have no complaint at all. To be honest, both of this look was my best look. Foto paling atas adalah saat gue ikutan kolaborasi makeup festive bareng temen-temen Beautiesquad, merepresentasikan elemen Akar. I just f it and drew a tree branches that looks like a blood vein, especially death eaters veins but I looooveeeee it! Banyak orang bilang ini realistis banget make upnya dan gue setuju. Sejak saat itu gue jadi suka explore tampilan-tampilan festive.

Foto yang bawah ini bisa dibilang natural make up kali ya. Tapi kenapa ini favorit gue adalah ini terlihat clean, simple dan bulu mata palsu yang rapi. Sejak tampilan ini, gue engga ingat lagi kapan gue bisa pasang bulu mata dengan rapi. Udah di foto ini gue mulai pakai blush bahkan di jidat, hehe.

Eye-Liner Yo!



Ini adalah jaman dimana gue seneng banget eksplorasi mainan makeup dengan eye liner, foto di atas bukan favorit gue jelas bisa dilihat karena complexion yang ashyyyyyyyyyy af. Tapi make up matanya favorit banget. Foto dibawahnya ini waktu kolaborasi tema valentine, dan konsepnya sweet vicious gitu makanya eye liner kaya ngebingkai mata bikin kesan jahat, padahal foto juga gue senyum. What's the point?


No Eye Brow?



This is the day where I just get out without drew my eye brow. Setebel-tebelnya alis seseorang juga ada kalanya lo pengen ngerapihin alis tersebut, ini gue engga pakai gambar alis, engga pakai brow pomade, cuma bedak, blush, lip tint dan cus. Ini saat dimana make up sederhana buat gue adalah engga menghabiskan banyak waktu, padahal juga gambar eye liner yang malah ngehabisin lebih banyak waktu. Lagi-lagi what's the point?

But I do love this era 'cause I can show off my bare skin and I soooo love it!


Mascara Nah.




Ini adalah saat dimana gue seneng-senengnya pakai maskara yang kalau dihapus bikin ribet se-kecamatan. Saat dimana menurut gue pakai maskara adalah hal tersederhana dalam merias wajah, nyatanya ngapusnya yang bikin peer. Saat itu gue seneng banget ngoleksi maskara yang ujung-ujungnya jadi kering juga, duh ini masa-masa terindah dan terrrrrrribeeet pokoknya.

Today



Ke akhir tahun 2019, gue lebih memilih merias wajah yang menurut gue simple tapi paling gue sukai yaitu complexion seadanya, blush sampai di hidung, jidat dan dagu, kalau pakai eye shadow warnanya pasti peach, dan lipstik dengan warna-warna nude yang peach juga. Pokoknya tampilan yang bikin wajah gue kelihatan bahagia padahal mah..

Saat ini gue mengindari banget pakai maskara dan bulu mata palsu karena ini hal yang paling ribet. Maskara karena jujur gue males ngapusnya ribet, bulu mata gue males pake karena lagi-lagi ribet karena gue ngga ahli makenya haha. Yang paling penting adalah gaya ber make up gue sekarang didasari pada "jangan sampe bikin gue ribet" makanya se-glamour apapun temanya, gue akan menghindari penggunaan bulu mata palsu dan kalo bisa maskara.

~
Your Sunday Pills
by ranilukman


Transformasi Makeup Gue

23/12/2019


Bukan karena ini produk jelek, produk ini engga ingin gue beli lagi karena sesederhana dia engga cocok buat gue. Entah engga memberikan efek yang terlihat, atau malah menimbulkan masalah.

Namun lagi-lagi gue selalu bilang yang jelek di gue belum tentu jelek di lo. Bisa jadi ini produk adalah favorit lo banget, tapi buat gue cuma bukan favorit gue aja.
Baca Juga : Produk Favorit 2019
Jangan terintimidasi dulu karena kalau kalian belum coba produk ini, belum tentu ngga cocok? Jadi tulisan kali ini gue cuma akan menjabarkan kenapa ini produk bukan favorit gue dan engga akan gue beli lagi. Feel free to share your thougths ya.

Catrice Cosmetics The Little Black One Mascara 

Ini produk pemberian dari brand untuk bekerjasama, Alhamdulillah gue jadi engga harus beli lagi karena ini bukan produk favorit gue. Alasan kenapa ini bukan favorit gue adalah formulasi yang engga cocok untuk aktifitas gue sehar-hari.

Produk ini gampang banget rontok kalau kena air, gue yang wudhu untuk sholat akan terlihat seperti panda kalau pakai maskara ini. Produknya akan rontok dan bikin area bawah mata gue menghitam berakibat susah dihilangkan.

Asumsi gue ini produk bukan waterproof, CMIIW karena gue juga belum sempat ngecek. Tapi akan lebih mengherankan kalau klaimnya waterproof tapi jadi rontok sendiri produknya.

Balik lagi ke kondisi kalian. Untuk jenis aktifitas gue yang selalu wudhu sehari 2 kali saat pakai produk ini engga akan cocok. Tapi kalian yang wajahnya 8 jam engga bersentuhan dengan air mungkin ini bisa dicoba, selama engga kena air hujan ya!

Happle Grapeseed Oil

Happle Grapeseed Oil bukan produk favorit gue di tahun 2019 karena wanginya yang sangat engga buat hidung gue. Ini bau minyak banget yang sejujurnya bikin gue mual, apalagi gue anaknya pilih yang nyaman banget.

Gue akan lebih suka produk ini kalau wanginya lebih harum sedikit aja, karena gue suka banget teksturnya yang bagus buat kulit berminyak. Tau sendiri kan grapeseed oil adalah jenis minyak yang memang dikhususkan untuk kulit berminya, sadly the smell is no.
Baca Juga : Manfaat Face Oil
Tapi gue yakin beberapa diantara kalian engga akan mempermasalahkan hal ini karena ini hal yang cukup sederhana, sayangnya hidung ini terlalu sensitif.

Gue lebih prefer face oil dengan wangi spesifik misalnya tea tree, karena tekstur minyak dengan wangi yang engga mendukung itu sangat engga banget buat gue, jadi ngebayangin malah make minyak kelapa.

Biore UV Aqua Rich

Menurut gue ini overrated. Setelah dicoba-coba ada banget produk lokal yang punya produk seperti ini. Biore UV Aqua Rich bukan produk favorit gue karena dia terlalu mahal dan seperti yang gue bilang, ini sama persis dengan produk lokal juga.

Gue penasaran banget sama produk ini karena dibicarain dimana-mana, pas beli cukup excited dengan harga diatas 100rb ini produk harusnya punya nilai lebih, ternyata menurut gue ini cuma menang di brand saja. Lagi-lagi ini balik ke preferensi masing-masing orang, buat gue ini bukan favorit aja.

Buat sunscreen gue memang suka jenis yang punya tekstur seperti Biore UV Aqua Rich ini, cair dan engga bikin berminyak cukup ringan untuk wajah berminyak gue. Sayangnya ini overrated. Gue akan lebih memilih dupenya produk ini, toh menurut gue hasilnya sama aja.
Baca Juga : Review Sunscreen Gel Merek Lokal
Menurut gue ada kalanya lo nge-hype sama produk dan ketika lo cobain itu benar-benar di luar ekspektasi lo. That's okay. Semua kan berawal dari coba-coba dan engga akan langsung suka kan?

~
Your Sunday Pills
by ranilukman

Bukan Produk Favorit Gue Tahun 2019

21/12/2019


Beauty hacks apa yang kalian terapkan sehari-hari? hacks yang sampai mempermudah hidup kalian to the next level? kalo gue ada 3, yang nanti gue jabarin dibawah.

Tapi, beauty hacks buat gue engga selamanya mulus aja kaya paha barbie. Ada hacks yang benar-benar 0 besar karena pas diterapkan malah bikin susah hidup gue, tapi ada juga yang benar-benar life changing.

Akun-akun Instagram seperti 5 Minute Crafts atau Blossom juga punya hacks yang berhasil loh kalau kalian pandai memilah. Nah gue sendiri punya 3 beauty hacks yang selalu gue pakai sampai sekarang.

Agar Parfum Lebih Tahan Lama

Wah ini adalah salah satu pergumulan dalam hidup gue yang sedang gue coba untuk atasi. Gue paling sering itu parfum cepet ilang di badan mau lo bilang seampuh apapun parfum itu, mau itu parfum bermerek atau parfum indomar*t. Karena tubuh gue gampang berkeringat jadi wangi harum juga udah bye.

Sumber Gambar : Unsplash oleh Olga Serjantu
Hacks ini gue temukan dengan sendiri setelah dipuji oleh temen gue yang bilang gue wangi, padahal gue ga ngerasa. Setelah 2 kali dia berbicara seperti itu barulah gue nyadar hal yang gue lakukan. Bukan deodoran bukan parfum Coco Chanel, hanya layering produk.
Pertama gue pakai sabun, ya karena lo mandi. Gue pakai sabun apa aja pokoknya yang bikin wangi. Lalu setelah badan kering gue pakai body lotion mereknya apa aja yang penting wangi, gue pakainya Citra yang mure aja. Body lotion gue pakai di tangan, kaki, leher sama setengah bagian atas badan gue. Setelah itu, gue pakai bedak bayi ini juga mereknya apa aja dan gue pakai di bagian leher depan dan belakang. Setelah bedak, langsung gue timpa dengan parfum yang gue semprotkan di lipatan tangan dalam, di pergelangan tangan, di belakang telinga, dan di dada gue. Tempat dimana tadi gue mengusapkan body lotion.
Sederhana banget tapi wangi body lotion yang menyerap ke pori-pori kulit itu ditambah parfum tadi bikin si parfum lebih tahan lama. Apalagi tambah bedak bayi yang wanginya lembut nempel sama body lotion yang gue pakai tadi.

Tipsnya nih, parfum jangan lo usap-usap setelah lo semprotkan. Biarin aja dia kering sendiri di badan, ini biar lebih lama lagi wanginya.

Udah kaya gini sampai kantor gitu gue suka pakai body cologne Zwitsal, hm mantep abis.

1 Produk Banyak Fungsi

Kalau ini gue yakin semua perempuan melakukannya, gimana kalau kita salaman dulu duhai perempuan pintar nan hemat.

Sumber Gambar : Unsplash - if you know the author please let me know.
Seperti lipstik yang dipakai selain jadi lipstik, juga sebagai blush dan eye shadow. Ini revolusioner sekali untuk budak liburan yang kemana-mana ngga mau ribet, bawa aja 1 produk yang compact dan dipakai untuk banyak fungsi. Warna tinggal menyesuaikan deh.
Ada juga yang sering gue lakukan selain lipstik adalah eye shadow aneka warna yang bisa dijadikan blush dan highlighter, apalagi eye shadow palet yang menyediakan banyak pilihan warna. Lagi-lagi bawa aja 1 produk palet yang didalamnya ada warna seperti oranye, peach, merah muda dan warna-warna higlighter seperti silver, gold.
Baca Juga : Kumpulan Review Produk Eyeshadow
Pada dasarnya harus pintar-pintar dalam melihat peluang. Biasanya ide akan muncul saat kondisi kepepet, pas lagi liburan dan lupa bawa sesuatu, maka saat itulah imajinasi kreatif lo sangat berguna.

Simpan Essence Sheet Mask

Ini gue temukan saat gue benar-benar frustasi mau dipakai dimana lagi nih essence yang banyak banget di badan gue, semua area badan gue sudah dijamah essence ini soalnya.

Sumber Gambar : Pexels oleh Angelica Echeverry
Munculah ide untuk kenapa ngga simpan aja buat dipakai pagi atau besoknya lagi saat gue males pakai skincare?
Gue selalu mengeluarkan sisa essence dan nuangin ke dalam wadah kosong yang sudah gue sterilisasikan terlebih dahulu. Hal ini penting karena akan lo pakai di muka lo kan, jadi jangan aneh-aneh. Setelah itu essencenya gue simpan di kulkas atau gue taroh kaya gitu aja, besoknya pas gue pakai gue memastikan untuk menghabiskan keseluruhan isinya, gue rada takut aja kalau disimpan terlalu lama udah engga higienis atau gimana.
Tapi ini harus lo riset dulu ya kebenaran dan kepastiannya, karena selama ini wajah gue baik-baik saja jadi asumsi gue baik-baik saja juga. Tapi, lagi-lagi YANG BAIK DI GUE BELUM TENTU BAIK DI LO.

Ini nih 3 beauty hacks yang benar-benar berhasil kalau dicoba tanpa diragukan. Ini masuk ke hacks soalnya sangat mempermudah hidup gue. Kalian bisa kok nyobain.

~
Your Sunday Pills
by ranilukman

Beauty Hacks Yang Benar-Benar Berhasil!

20/12/2019


Berdasarkan pengalaman gue, bibir kering itu bisa terjadi oleh siapa saja. Influencer yang kalian lihat di Instagram itu sebelum foto dengan bibir yang mulus, ada proses di belakangnya. Dan semua itu juga bisa kalian dapatkan dengan cara paling mudah.

Karena gue udah nyobain sendiri, dan selalu gue lakukan beberapa bulan belakangan ini. Namun hasilnya balik lagi ke kondisi bibir kalian, kondisi kesehatan kalian juga ya. Tapi, 4 cara mudah mendapatkan bibir lembut ini bisa kalian coba di rumah kok.

Eksfoliasi Bibir dengan Baik

Gue bilang dengan baik karena ada caranya juga loh. Eksfoliasi seperti kulit wajah, pada bibir juga jangan sering-sering. Gue lebih rekomendasi 1 minggu 1 kali, karena bibir merupakan area yang cukup delicate. Tapi sering eksfoliasi juga balik lagi ke kondisi bibir kalian yaa. Biasakan dulu 1 minggu 1 kali, intensitas bisa dinaikkan jika kalian merasa perlu.


Cara pertama mendapatkan bibir lembut adalah eksfoliasi yang dilakukan dengan baik dan produk yang tepat. Banyak merek kosmetik yang sudah mengeluarkan produk eksfoliasi yaitu lip scrub biasanya berbahan dasar gula alami atau buatan. Bisa juga kalian DIY biasanya pakai gula pasir dan juga madu. Memilih produk yang tepat untuk eksfoliasi bibir akan menentukan hasil setelahnya.

Gue selalu pakai Emina Lip Scrub karena gulanya asli, dan bagus buat mengangkat kulit mati di bibir gue.
Caranya gue selalu membersihkan bibir gue dari sisa lipstik terlebih dahulu pakai micellar water atau tisu basah aja, setelah itu gue ambil sedikit aja produk lip scrub dan perlahan gue usapkan di bibir dan melakukan gerakan seperti memijat untuk memastikan semua produk lip scrub menjangkau keseluruhan bibir gue. Hal ini gue lakukan kira-kira 30 detik sampai 1 menit.

Jangan Lupa Pelembab

Bukan hanya wajah loh, bibir juga butuh pelembab/moisturizer. Tujuannya untuk mengembalikan kelembaban di bibir setelah proses eksfoliasi.


Sebenarnya pelembab dibutuhkan bukan hanya setelah eksfoliasi loh, kapanpun kita butuh pelembab untuk bibir. Ini karena bibir yang mudah kering akibat bersentuhan dengan air liur, berasa kan kalau abis ngecap bibir pasti bibir lebih kering?

Biasanya gue pakai produk lip balm apapun yang bisa gue temui dengan kandungan utama pelembab biasanya vitamin E. Beberapa orang suka pakai Vaseline Gel karena lebih banyak produknya dan juga bisa melembabkan bukan hanya untuk bibir. Kalian bisa pakai produk apa aja yang kalian temui.
Caranya setelah gue eksfoliasi biasanya masih ada sisa produk eksfoliasi di bibir, ini gue bersihin dulu pakai tisu dan perlahan-lahan gue kelopekin kulit yang udah terkelupas karena proses eksfoliasi. Lakukan proses ini dengan hati-hati karena bisa bikin bibir berdarah, pokoknya be gentle. Setelah semua kulit yang kelupas udah gue atasi, gue langsung pakai lip balm buat bikin bibir lebih calm. Langsung deh bibir akan terasa lebih halus dan engga gradakan.

Minum Air!

Sampai proses pakai pelembab sebenarnya kalian sudah mendapatkan bibir yang mulus. Hal tersebut biasanya gue lakukan kalau gue lagi mendadak mau lip swatch karena hasilnya menurut gue cukup instan.

Sumber Gambar : Unsplash oleh Jana Sabeth
Tapi ada hal-hal yang bisa lo lakukan untuk menjaga bibir lo tetap lembut, yaitu minum air putih. Wah, jangan bosen ya denger ini dimana-mana tapi memang ini fakta yang engga bisa dihindari. Salah satu penyebab bibir lo kering dan bikin engga lembut adalah dehidrasi alias kekurangan cairan.
Logikanya perbanyaklah cairan dengan minum air putih. Ingat ya air putih bukan cola, alkohol, jus, boba, apalagi milk tea. Caranya sediakanlah 1 liter botol minum yang bisa lo bawa kemana-mana, atau kalo berat siapin aja botol minum yang siap di refill. Minum deh tuh!

Pilih Produk Lipstik Yang Tepat

Salah satu penyebab bibir lo gampang kering juga keseringan pakai lipstik tapi bibirnya jarang dirawat. Engga ada yang ngelarang kok lo mau pakai lipstik sebanyak apapun, intinya ingat bibir harus dijaga terus.

Sumber Gambar : Unsplash oleh Sincerely Media
Salah satu yang sedang gue lakukan akhir-akhir ini adalah memilih produk lipstik, lip cream yang tepat. Maksudnya adalah memperhatikan bahan utama yang bisa membuat bibir gue lebih lembab walaupun itu adalah jenis yang matte. Hal ini membantu gue dalam merawat bibir karena engga bikin bibir tambah kering.
Yang paling gue suka bikin bibir lembab adalah Maybelline The Powder Mattes, karena super lembab. Selain itu They Talk About Mini Sandstone ini juga favorit gue karena walaupun dia lip cream tapi engga kering sama sekali. Mempermudah hidup gue banget. 
Cobain 4 cara mudah buat dapet bibir lembut ini dan lihat hasilnya. Akan mempermudah hidup lo banget pokoknya.

~
Your Sunday Pills
by ranilukman


4 Cara Mudah Mendapatkan Bibir Yang Lembut

19/12/2019


Ada beberapa kebiasaan dalam hal perawatan kulit dan wajah maupun kecantikan yang sudah gue tinggalkan dan beberapa yang mulai gue terapkan. Hal ini gue sadari ketika ada banyak perubahan positif.

Pasti beberapa dari kalian menganggap ini biasa saja, percayalah buat gue ini perubahan yang cukup besar.

Tidak Menggunakan Banyak Produk Sejenis

Misalnya gue membeli blush merek Esqa Cosmetics dengan warna oranye, gue engga akan beli blush merek Emina dengan warna oranye. Menurut gue ini hal yang sangat engga gue perlukan. Gue merasakan ini ketika gue aktif jadi beauty blogger, keinginan beli produk yang sejenis untuk kebutuhan review yang ujung-ujungnya engga gue pakai.

Sumber Gambar : Unsplash oleh Brandless
Kenapa? karena terlalu banyak produk yang sejenis dan gue hanya menyukai 1 atau 2 produk dari 7 produk yang tersedia. Akhirnya harus gue buang, kenapa dibuang? kenapa engga dikasih ke orang? beberapa orang juga engga cocok dengan produk yang gue pakai, itu kenapa.
Sekarang, gue mengenyampingkan kebutuhan review produk yang belum tentu gue pakai. Kasihan dan sayang sekali produknya.
Jadi gue hanya punya 1 blush dengan warna yang sama, beberapa lipstik dengan warna berbeda-beda, 1 produk complexion yaitu cushion, dan lain-lainnya. Hal ini juga menghindari tempat kosmetik yang penuh dan engga terurus.

1 Warna 1 Produk Lipstik

Lipstik buat gue adalah racun dan godaan terbesar perempuan. Gue memahami banget bagaimana perempuan susah banget dijauhi dari berbagai macam warna lipstik, gue bahkan sampai sekarang masih belajar menahan diri.

Sumber Gambar : Unsplash oleh Patricia Palma
Namun yang sudah gue lakukan adalah membatasi membeli produk lipstik dengan warna sejenis. Terbatas pada 1 warna 1 produk lipstik.
Alasan ini sama dengan banyak produk ujung-ujungnya akan terbuang karena gue hanya akan menyukai beberapa produk saja. Bedanya lipstik bisa gue hibahkan kepada nyokap, namun lagi-lagi engga semua warna yang gue pakai itu disukai nyokap. Jadi gue menghindari banget nih.

Saat ini gue lagi intens pakai Mizzu Coffee Break Lip Cream untuk warna nude sehari-hari, gue pakai Make Over Vivid Waterlite Lip Stain untuk warna merah bold,  sisanya gue alih fungsikan jadi eye shadow atau blush kaya Purbasari Lip Cream atau Maybelline Powder Mattes.

Selalu Pakai Kaos Kaki

Ini adalah hal yang paling gue banggakan. Sebelumnya gue anak yang kalau pakai flat shoes engga pernah gue mau pakai kaos kaki. Karena aneh dan engga akan kawin sama style gue. Berakibat pada kaki gue yang terlihat kotor dan kasar. Ini beneran.

Sumber gambar : Unsplash oleh Les Triconautes
Lalu gue memutuskan pakai kaos kaki setelah gue keseringan naik motor ke kantor, dan ketemu debu-debunya Bekasi dan Jakarta. 1 minggu aja dari gue pakai kaos kaki, kaki gue jadi lebih bersih dan telihat manusiawi. Akhirnya sekarang setiap gue ke kantor, gue selalu pakai kaos kaki yang warna kulit dan yang panjang.

Tau ngga, ternyata pakai kaos kaki juga bikin sepatu lebih awet! Gue biasanya flat shoes cuma bertahan 1 minggu sebagus apapun kualitasnya, karena dasarnya kaki gue gampang berkeringat dan medan perjalanan yang cukup terjang. Tapi setelah pakai kaos kaki terus, flat shoes gue udah 3 bulan nih awet awet banget, cuma agak tipis aja.

Percayalah ketiga hal diatas sudah gue lakukan berbulan-bulan sebelumnya dan membawa banyak perubahan buat gue. Tulisan ini gue buat untuk berbagi sama kalian, gue yakin pasti ada beberapa hal yang mulai lo rubah dan mulai bawa perubahan positif kan buat lo?

~
Your Sunday Pills
by ranilukman

Hal Yang Mulai Gue Lakukan & Membawa Perubahan

18/12/2019

Katanya kerja di startup itu melelahkan, harus kuat, dan harus siap menerima perubahan. Bukannya semua kerjaan seperti itu? Bukannya cari uang itu memang melelahkan, keras dan berubah-berubah? Bukan hanya startup. Hanya saja,  pace di startup akan lebih cepat dibanding kerjaan yang lain.

Emang iya?

Iya hehe. Gue udah kerja 2 kali, 1 di BUMN tapi proyekan, nah yang terakhir dan sampai sekarang ini di startup. Bahkan kerja di proyek pun engga secepat pace kerja di startup tempat gue sekarang dan ini gue rasakan sendiri ketika lewat 1 tahun di tempat kerja sekarang dan flashback bahwa kantor gue ini sudah berkembang cukup besar dan cepat.


Tulisan kali ini gue persembahkan untuk kalian para pekerja tangguh diluar sana yang sibuk mengais rejeki yang mungkin membutuhkan tulisan ini untuk tetap kuat!

Tips tahan banting kerja di startup, yang semuanya lebih cepat dari biasanya.

Be Open Minded

Bahkan hal ini bukan hanya lo butuhkan buat siap tahan banting di startup, tapi semua tempat kerja seperti itu. Namun di startup dengan proses yang begitu cepat, mengharuskan lo untuk melihat segala sesuatunya juga lebih besar dan lebih cepat, akan lebih mudah kalau lo adalah orang yang berpikiran terbuka dan luas.

Gue engga men-judge siapapun yang kerja selain di startup itu engga berpikiran terbuka, tapi dalam hal ingin bertahan lama di startup tersebut lo harus memahami nilai-nilai perusahaan tersebut, memahami budaya kerja dan lingkungan perusahaan tersebut dan mampu beradaptasi cepat dengan hal tersebut.

Sumber Gambar : Unsplash oleh Alex Kotliarskyi
Percaya deh sama gue, kalo lo anaknya ngga gampang menerima semua itu akan susah buat lo untuk bertahan. Bagaimanapun tujuannya adalah untuk membuat lo sendiri nyaman, dan dengan berpikiran terbuka, menerima berbagai hal dan beradaptasi adalah langkah awal lo akan bisa kuat kerja bukan hanya di startup tapi dimanapun.

Pertama kali yang gue lakukan ketika gue kerja adalah menerima semua hal yang gue terima, beberapa hal engga akan sesuai dengan nilai-nilai hidup gue dalam hal budaya kerja misalnya, tapi kalau mau bergerak maju justru hal-hal seperti itulah yang harus lo lakukan.

Jangan Baper!

Namanya juga kerja, setiap hari ada tugas dan tanggung jawab, begitu juga di startup. Hanya saja di startup pekerjaan ada di tengah-tengah hari dan harus selesai di hari itu juga. Hanya saja di startup pekerjaan ada di weekend dan harus selesai di hari senin. That's process, that's growth.

Sumber Gambar : Unsplash oleh Nesa by Makers
Kalau dikasih kerjaan dengan kondisi seperti itu lo dilarang baper. Kesel boleh, tapi udah deh keselnya 15 menit aja boleh, sisanya lo habiskan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Karena kalau lo baper gue jamin itu akan jadi penyakit buat lo sampai seterusnya. Akhirnya ketika lo dikasih kerjaan lagi, lo akan gampang anggap remeh dan engga termotivasi. Ujung-ujungnya kerjaan engga kelar dan yang disalahin lo juga.

Yang harus diingat adalah kondisi ini engga akan terjadi seterusnya. Kalau udah keterusan dikasih kerjaan mendadak, saatnya mengkritik leader lo. Ingatkan dia kalau lo punya budaya kerja seperti apa, dan bagaimana baiknya menghadapi kondisi seperti itu. Dilarang dipendam sendiri pokoknya.

Cari Tempat Teraman

Yang satu ini menurut gue adalah tips tahan banting kerja di startup yang ampuh karena ini yang gue rasakan 1 tahun belakangan ini. Cari tempat teraman buat lo di perusahaan tersebut, bisa hobi dan bisa rekan kerja. Hal-hal inilah yang bisa menjadi tempat lo merasa aman dan nyaman.

Gue prefer cari rekan kerja yang bisa memotivasi satu sama lain dan engga toxic. Pintar-pintar pilih rekan kerja yang lo jadikan teman bukan hanya di kantor aja, mereka inilah yang akan mendengarkan keluh kesah kerjaan lo tanpa men-judge lo sama sekali. Bahkan mereka juga yang akan saling bertukar cerita dan pikiran.

Sumber Gambar : Unsplash oleh Bewakoof
Yang bikin gue betah kerja selama 1 tahun yang buat gue waktu yang lama adalah gue punya rekan kerja yang supportive, dan kind-hearted. We tend to share our private life story, share our thoughts, be silly dan engga ada batasan sama sekali apa posisi dan dari divisi apa lo. Gue udah stress kerja, banyak kerjaan, gue juga butuh dong manusia yang bisa gue ajak ngobrol dan cerita apa aja kan?

Find this dan gue jamin setengah masalah kerjaan lo kelar.

3 tips ini gue terapin di kehidupan kerja gue sehari-hari, gue sadar nih cari kerja itu engga gampang, bahkan banyak orang memperebutkan untuk mendapatkan kerjaan. Yang sudah punya kerjaan dan siapa tau lagi mikirin buat resign, coba baca lagi 3 poin di atas dan tanya ke diri sendiri semuanya udah lo lakukan belum?

~
Your Sunday Pills
by ranilukman



Tips Tahan Banting Kerja di Startup

17/12/2019

Sebelum mengetahui manfaat face oil untuk kulit berminyak, ketahui dulu apa itu face oil dan seberapa kontradiktif dengan istilah digunakan untuk kulit berminyak. Jangan salah sangka dulu.


Face Oil adalah produk skin care yang berasal dari ekstrak buah, tanaman atau biji-bijian dengan fungsi untuk melembabkan bagian permukaan kulit. Dari pengertian ini bisa dipastikan tujuannya untuk melembabkan atau moisturizing dan seperti yang kita tau, moisturizing adalah tahap penting dalam skin care.

Pastinya dibutuhkan juga untuk kulit berminyak. Lalu kenapa kontradiktif? Dari namanya saja bisa dipastikan kalau ada yang akan mengeluarkan pernyataan seperti :

"udah berminyak kok pakai produk yang tambah bikin berminyak" percayalah, dulu gue seperti ini.

Namun pada dasarnya kita juga membutuhkan face oil untuk menambah proses moisturizing dalam tahap skin care kita selama produk yang kita gunakan memiliki kandungan oil yang tepat.

Hal ini mengacu pada face oil memiliki kandungan utama yaitu fatty acid yang terbagi menjadi dua yaitu linoleic acid dan oleic acid. Linoleic adalah oil yang cocok untuk kulit berminyak, sedangkan oleic untuk kulit kering.

Nah linoleic dan oleic pun terbagi menjadi jenis lain yaitu bahan-bahan apa saja yang tergolong kedalam keduanya. Grape Seed, Rosehip dan Hemp Seed adalah beberapa bahan yang tergolong dalam linoleic acid. Bahan-bahan inilah yang sebaiknya lo pilih kalau mau menggunakan face oil untuk kulit berminyak.


Sampai sini dapet ya gambaran umum seputar face oil? gue saranin kalau lo mau informasi lengkap seputar face oil, tonton video youtube-nya Beauty Within. Info mereka lengkap banget sampai rekomendasi produk yang cocok.

Karena gue hari ini hanya akan membahas manfaat face oil untuk kulit berminyak.

Sebelum gue mulai, disclaimer dulu ya.
Gue bukan skin care expert atau bukan dokter kulit. Yang gue tulis dibawah ini berdasarkan pengalaman probadi dan hasil yang nyata terlihat di wajah gue. Bisa aja hasilnya berbeda dengan lo bisa juga sama. Bijak dalam mencerna ilmu dan menerapkannya ya :)

Terlihat Glowing Alami

Engga bohong gue pengen banget punya kulit glowing walaupun kondisi kulit gue berminyak. Bisa aja pakai produk yang mengontrol minyak, tapi tetep aja minyak akan selalu muncul di muka gue. Pasti.

Setelah mencoba pakai produknya Shylas Factory yang face oil gue cukup terpukau karena ini produk bikin wajah gue terlihat lebih glowing bahkan setelah gue pakai foundation matte diatasnya. Produk yang gue pakai memang dikhususkan untuk kulit berminyak jadi akan sewajarnya untuk kulit berminyak gue.
Gue selalu pakai di malam hari sebelum tidur, bangun paginya dan setelah gue pakai make up akan terlihat wajah gue yang glowing tanpa pakai higlighter atau bahkan produk untuk dewy finish.
Gue percaya, kalau lo memilih produk dengan kandungan ekstrak oil yang tepat lo juga pasti akan mendapatkan hasil yang serupa. Tips dari gue adalah pakai di malam hari saat kulit kita mengalami dehidrasi saat tidur. Bangun paginya kulit terlihat lebih sehat.

Mengobati Kulit Mengelupas

Tau ngga sih lo jari yang tiba-tiba ngelupas abis cuci piring atau cuci pakaian? sebel abis! Gue selalu mengalami hal ini, apalagi akhir-akhir ini kerjaan ngebabu gue parah banget. Kulit di jari terutama jempol itu ngelupas parah banget.
Face Oil selalu jadi pilihan pertama gue dalam mengobati kulit ngelupas ini. Pakainya di malam hari dan setiap malam, perlahan-lahan akan membaik dan kulit di jari jadi lebih lembab lagi.
Sekarang gue pakai Grape Seed Oil, teksturnya sedikit runny. Namun kalau mau efek lebih ampuh dalma menyembuhkan, baiknya pakai oil yang teksturnya lebih thick. Iya, face oil works fine kok buat jari lo juga.

Penyelamat Kulit Dehidrasi

Gue pernah frustasi gara-gara kulit wajah gue ngelupas parah banget. Itu pertama kalinya terjadi seperti itu padahal menghadapi kenyataan bahwa wajah gue tipe berminyak dan kulit ngelupas sangat engga mungkin terjadi. Ternyata, gue menemukan fakta bahwa kulit gue mengalami dehidrasi.

Melihat beberapa waktu kebelakang emang gue jarang moisturize dan ada produk yang salah gue pakenya.
Beruntung saat itu produk face oil dari Shylas Factory masih ada, gue coba pake setelah hasil riset sana sini. Ternyata dalam waktu 3 hari aja, wajah gue sembuh lagi, normal lagi dan udah engga mengelupas.
Karena tekstur face oil cukup thick jadi dia bekerja lebih cepat dalam mengembalikan kelembaban di wajah gue. Memperbaiki permukaan kulit gue yang bisa dibilang udah rusak, sejak saat itu gue engga pernah kehabisan face oil lagi.


Sejauh ini, ini adalah ketiga manfaat yang gue rasakan saat pakai face oil untuk kulit berminyak gue. Jangan salah, kulit berminyak juga bisa aja membutuhkan face oil. Namun memang bukan tahapan wajib, bisa lo jadikan opsi kalau aja mau achieve manfaat yang gue dapetin juga.

~
Your Sunday Pills
by ranilukman

Manfaat Face Oil untuk Kulit Berminyak

16/12/2019

Chemical exfoliating termasuk dalam super words untuk dunia skin care. Kemampuannya terkenal mengatasi masalah kulit dengan cara yang sederhana. Kalau kalian anak skin care pasti udah tau apa itu chemical exfoliating kan?

Chemical exfoliating terbagi atas dua kata, chemical dan exfoliating. Chemical ya kimiawi, mengacu pada bahan-bahan yang mempunyai karakterisitik sendiri. Exfoliating adalah proses pengangkatan sel-sel kulit mati.

Kalau digabungin, secara harfiah akan seperti ini :
Chemical exfoliating adalah proses pengangkatan sel-sel kulit mati yang menggunakan bahan-bahan kimiawi.
Kalau secara makna,
Chemical exfoliating adalah proses pengangkatan sel-sel kulit mati menggunakan bahan-bahan kimia dengan tujuan wajah jadi lebih cerah dan sesuai kebutuhan kulit.
Jangan negatif dulu soal bahan-bahan kimiawi ya, pada dasarnya semua produk (makeup, skin care, bahkan makanan) yang kita gunakan juga mengandung bahan kimia. Namun dalam dunia skin care, chemical exfoliating menggunakan bahan seperti AHA, BHA dan PHA.

Not so relevant picture but yeah!

Karena selain chemical exfoliating ada juga physical exfoliating, ini lebih kepada eksfoliasi dengan menggunakan proses fisik dimana produk dapat dilihat bersentuhan dengan kulit dan bisa terlihat proses eksfoliasi. Biasanya physical exfoliating menggunakan produk bernama scrub berbahan dasar bijian-bijian alami atau yang dibuat.

Nah, yang menjadikan chemical exfoliating adalah super words dengan makna yang juga besar karena bahan yang digunakan seperti AHA, BHA dan PHA ini cukup tricky. Termasuk powerful ingredients yang engga asal dipakainya. Salah pakai, bukannya bikin wajah cerah malah zonk!

Dari terms chemical exfoliating aja udah bikin deg-degan. Anaknya gampang terintimidasi soalnya. Karena banyak review yang bukannya bagus hasilnya tapi malah not at all. Bikin pengalaman gue pertama kali chemical exfoliating jadi deg-degan.

Pertama kali chemical exfoliating ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

disclaimer : gue bukan dokter kulit, bukan skincare expert. Semua tips ini berangkat dari hasil riset gue sendiri sebelum gue menggunakan chemical exfoliating dan pengalaman saat gue menggunakannya.

Jenis Kulit

Ingat kan bahan-bahan seperti AHA, BHA dan PHA sebelumnya? Ini bukan asal bahan, ini adalah Acid atau Asam. Inilah dimana istilah chemical dalam kosa kata chemical exfoliating didapatkan. Kalau cari-cari tentang bahan ini di Google, pasti banyak yang berbicara soal hebatnya kemampuan masing-masing bahan tersebut.

Tapi ini pembedanya,
AHA (Alpha Hydroxy Acids) adalah jenis asam yang baik bekerja untuk kulit kering karena dia lebih membersihkan di permukaan kulit dan merupakan tipe water-soluble.
BHA (Beta Hydroxy Acids) adalah jenis asam yang baik bekerja untuk kulit berminyak karena dapat penetrasi sampai bagian terdalam kulit dan merupakan tipe oil-soluble.
PHA (Poly Hydroxy Acids) adalah versi terbaru dari AHA, bekerja seperti AHA tapi dengan molekul yang lebih besar.
Ini kalau mau tau seputar AHA, BHA dan PHA gue saranin nonton channel Youtube Beautywithin atau Female Daily Network.

Nah, kenapa chemical exfoliating dibilang ampuh? Ya karena produknya spesifik mengandung jenis asam yang hanya cocok untuk jenis kulit itu saja. Chemical exfoliating dengan kandungan AHA lebih besar akan baik untuk kulit kering, begitupun yang lebih besar kandungan BHA akan lebih baik untuk kulit berminyak.
Biar engga salah pakai, perhatikan jenis kulitnya apa, dan pilih produk dengan kandungan asam yang presentasenya lebih tinggi khusus untuk jenis kulit tersebut.
Kenapa presentasenya lebih tinggi? Karena biasanya chemical exfoliating mengandung AHA dan BHA bahkan PHA namun ada yang presentase kandungannya lebih tinggi. Perhatikan hal ini.

Masalah Kulit

Ini cukup penting. Buat gue ngapain pakai produk yang sebenarnya kulit kita engga butuh banget. Kaya masalah ini itu bisa teratasi dengan hanya rajin cuci muka dan pakai hydrating toner.

Tapi kadang kita ngerasa engga puas. My piece of advice is be wise.
Bijaksana melihat produk yang bagus untuk mengatasi masalah kulit dan bukan hanya sekedar FOMO.
Iya, chemical exfoliating bagus kok tapi engga semuanya juga dapat teratasi dengan chemical exfoliating. Bisa aja dengan scrub biasa sudah mengangkat komedo bandel di hidung.

Beberapa masalah kulit yang cukup sering diatasi dengan chemical exfoliating adalah kulit kusam dan membersihkan noda dan bekas jerawat. Membersihkan noda bekas jerawat itu pain in the a**, sejauh ini chemical exfoliating bisa dibilang produk yang cukup terjangkau untuk pelan-pelan mengatasi masalah tersebut.

Namun, balik lagi kalau kamu merasa masih bisa diatasi dengan cara lain coba dulu cara tersebut. Jadikan chemical exfoliating pilihan kedua dan bijaklah dalam memilih produk dengan kandungan AHA, BHA dan PHA untuk eksfoliasi.

Penggunaan Produk Bersamaan

Paling banyak diomongin seputar chemical exfoliating adalah bagaimana produk ini banyak pantangannya untuk tidak digunakan bersamaan dengan ini dan itu. Lagi-lagi karena kandungan AHA, BHA dan PHA.

AHA, BHA dan PHA mempunyai aturan sendiri soal bahan-bahan apa saja they don't get along with. Seperti vitamin C, kalau sudah pakai chemical exfoliating berarti hindari dengan penggunaan serum vitamin C.
Hal ini karena bukannya bikin wajah jadi cerah, malah jadi zonk! Perhatikan bahan-bahan pada produk yang kita pakai bersamaan dengan chemical exfoliating.
Bahkan ada kasus seperti AHA, BHA dan PHA akan lebih baik dipakai saat malam hari dan tidak terpapar matahari. Banyak pantangan dan aturan yang harus diikuti.

Ada baiknya lakukan riset mendalam sebelum melakukan chemical exfoliating. Termasuk memilih produk yang tepat, bahan yang sesuai jenis kulit sam aturan dalam penggunaanya. Jadinya hasil lebih efektif.

Gue prefer kalian nonton video seputar masalah ini di channel Youtube Beauty Within atau di Skincare 101 di Female Daily Network. To get a bigger picture and not make a wrong move.

~
Your Sunday Pills
by ranilukman

Yang Harus Diperhatikan Pertama Kali Chemical Exfoliating

14/12/2019

Eh udah Desember aja. Bonus akhir tahun udah kelihatan belum? Kalau belum yaudah kita toss dulu gimana? Tapi tetep semangat kerja ya guys. Banyak orang susah cari kerja loh, syukuri aja jangan tangisi.

Nanya bonus karena siapa tau tulisan hari ini bisa menginspirasi kalian buat jadi teracun. Walaupun gue kepedean tapi markimul.


Gue yakin beberapa produk ini juga jadi favorit kalian. Yang belum pernah nyobain, bisa mulai masukin wishlist dan mencoba ya.

Studio Tropik Dream Setter

Produk favorit pertama ini gue dapatkan di acara JakartaxBeauty bulan Juni kemarin. Harganya 160.000 cmiiw, seingat gue seperti itu. Saat itu produk ini pertama kali launching dan kesempatan gue adalah saat itu karena kalau belanja ya dapat diskon.
Tertarik mencoba karena klaimnya yang Pollution Protection, wow. Gue budak krl, transjakarta dan ojol ini langsung meronta-ronta jiwanya.
Yang menjadikan Studio Tropik Dream Setter produk favorit gue ini adalah kemampuannya bikin kulit wajah gue lebih terlihat segar. Titik.

Gue bahkan engga memperhatikan kemampuannya menahan make up gue di hari pertama gue menggunakannya. Udah terlalu terlena dengan muka gue yang terlihat lebih sehat dan seger aja.


Baru hari berikutnya sadar nih kalau produk ini pemberian dari surga karena menahan muka gue yang berminyak ini lebih lama dari biasanya. Apa engga kesemsem? Gue sih iya.

Pas banget buat gue yang kemana-mana menggunakan kendaraan umum, mampu menahan muka gue presentable setidaknya sampai gue dapat kesempatan touch up. Sesuai klaim untuk Pollution Protection, kalau dipakai di Jakarta ini pas banget!

They Talk About Mini Lipquid Sandstone

Engga sempet foto bahkan engga sempet beli lagi. Tapi sayang banget sama Sandstone ini. Tau ngga kenapa? Warnanya just perfect.

Sumber Gambar : Website They Talk About

Ukurannya mini karena memang dikhususkan untuk dibawa kemana-mana. Ini alasannya kenapa produknya cepet habis, udah kecil eh dipake tiap hari. 1 bulan udah wassalam.

Warnanya pas untuk undertone yang yellow dan skintone yang medium to dark, lebih terlihat seperti MLBB. Temen gue yang skintonenya medium pake ini lebih terlihat agak coklat.
Gue malah nude agak orange dan MLBB abis. This is why i fell in love.
Mana lagi ngomongin formula ini ringan loh di bibir. Sama ringannya kaya Mizzu Coffee Break yang sekarang gue pake. Wah nyaman banget. Walaupun cepet hilang di bibir tapi yaudah, re-apply lagi aja. Pas abis baru kaya "eh udah abis ya?" tiba-tiba amnesia.

Mau beli lagi, tapi nunggu Mizzu Coffee Break abis dulu. Sekarang suka agak bersalah kalau beli banyak lipstick dan engga dipakai. Sayang duit juga.
Baca Juga : Kenapa Harus Beli Mizzu Coffee Break

Esqa Cosmetics Blush Honolulu

Ini juga produk yang udah gue pakai sekitar 5 bulan deh. Anti banget beli blush baru kalau yang lama belum habis, toh juga beli warnanya sama-sama lagi. Apalagi blush Esqa Cosmetics ini juara banget.

Shades Honolulu adalah shades orange peachy yang pas banget buat undertone yellow yang skintonenya medium to dark. Pasti dong pas buat gue. Ini adalah warna go-to blush gue karena udah pasti aman deh, pakai di bare face atau yang udah ada base make up-nya.

Selain warna yang pas, juga ukuran yang compact dan tekstur yang halus.
Gue selalu pakai ini bukan hanya di pipi, tapi di dagu, hidung dan di jidat. Ya seluruh wajah.

Soalnya rasanya lebih seger aja. Enaknya adalah produknya engga bikin gue malah kaya mempermalukan diri sendiri. Teksturnya yang halus itu loh bikin pas di aplikasiin jadi lebih subtle.
Baca Juga : Baca Aja Review Esqa Cosmetics Blush.

Catrice Cosmetics Banana Powder

Ini beberapa bulan lalu adalah produk terbaru Catrice Cosmetics. Belom sempet gue review karena dibatalin satu dan lain hal, saat itu bentuk reviewnya merupakan kerjasama.

1 dari 2 produk Catrice Cosmetics yang gue bener-bener suka. Namanya aja Banana Powder, warnanya kuning yang punya efek mencerahkan untuk skintone medium to dark kaya gue gini. Apalagi ini produk bikin make up gue lebih terlihat halus. Baru tau juga. Baru merasakan saat ganti produk bedak, dan wow.

Selain warna yang pas, tekstur yang halus, finishing yang pas, ini juga bisa bikin Cushion di muka gue lebih tahan lama.
Sayangnya ini produk udah abis. Mau beli lagi tapi bedak Marcks sejuta umat masih ada, jadi kita habisin dulu Marcks pelan-pelan. Catrice Cosmetics Banana Powder jadi pilihan pertama, Marcks jadi pilihan kedua gue deh ibaratnya gitu.

Ngomong-ngomong, cari produk yang sesuai kebutuhan kita itu susah loh.

Terakhir sih, bukan produk kecantikan. Ini teknologi.


Gue baru aja beli wireless earbud, atau emang namanya earbud aja? Mereknya TWS 60 beli di Shopee dengan harga cheap at its finest! Membeli karena butuh, namanya juga anak transportasi publik kan? Earpiece udah jadi kebutuhan primer. Sebenarnya gue punya kok headset, sayangnya ini bikin telinga sakit, apalagi kalo pake helm. Duh.

Karena ini udah Desember, udah valid nih ngeluarin tulisan kaya gini. Kebetulan nih ya gue 12.12 engga belanja apa-apa. Terima Kasih Tuhan YME, hati gue kuat banget. Jadi juga engga ada produk baru yang benar-benar akan gue cobain.

~
Your Sunday Pills
by ranilukman

Produk Favorit Penghujung 2019

13/12/2019

First Impression gue tentang Cushion adalah ini produk influence Korea yang engga akan pernah cocok di muka gue. Sampai sini soalnya udah berbicara masalah warna produk yang engga akan kawin sama skin tone gue sendiri.

Apa sih Cushion? kenapa first impression malah gue underestimate?


Cushion kalau menurut wikipedia itu adalah bantal kursi yang empuk! Ini jadi konsep para scientist keluar dengan gebrakan produk terbaru bernama Cushion (juga).

Kalau dalam dunia kecantikan, Cushion adalah wadah dan media yang digunakan untuk meletakkan produk make up yang kebanyakan complexion seperti Foundation, CC Cream, DD Cream sampai Blush. Cushion sendiri mengangkat konsep yang berangkat dari definisi alamiahnya yaitu memberikan tingkat keempukan dalam proses pengaplikasian.

Udah, sampe sini silahkan pahami sendiri apa itu Cushion. Ini bukan blog ngebahas arti kata dan definisi (ilmiah).


Kenapa sampai gue bisa membeli Cushion? Padahal setelah asumsi bahwa semua Cushion engga akan kawin sama gue.
Karena produk lokal sudah mulai mengerti apa yang gue dan lo semua mau. Memberikan produk Cushion dengan warna produk yang dapat dipakai dan masuk akal.
Berangkat dari ramainya produk lokal mengeluarkan Cushion jadilah gue membeli. Biar aja brand saling jotos-jotosan, pelanggan seperti gue ini menikmati dengan memilih mana yang terbaik dari yang terbaik. Terima kasih brand lokal.

Keputusan gue jatuh kepada Rollover Reaction Cushion Compact Tinted Moisturizer. Dah panjang amat tuh kaya masalah hidup gue.

Keputusan ini gue ambil bahkan tanpa mencoba produk lain, hanya bermodalkan nonton review sana-sini mengerucutkan pilihan hingga hanya tersisa Make Over Demi Matte Cushion sama Rollover Reaction ini.
Baca Juga : Make Over Riche Glow Highlighter Bagus Banget?

Kalau udah beli produknya, lalu bagaimana pengalaman pertama kali pakai Cushion buat gue?


Impressed.

Walaupun ini bisa bias karena hanya satu produk yang gue coba, eh tapi namanya juga pengalaman pertama kali kan ya. Kalo kedua kali mah bukan pengalaman tapi udah pembelajaran.

Kenapa gue impress? Karena asumsi bodoh gue di awal tentang Cushion ini salah besar. Beruntungnya gue ada brand lokal yang menciptakan shades yang sungguh masuk akal untuk skin tone kebanyakan orang Indonesia.
Karena hal pertama yang menarik perhatian gue adalah betapa ini adalah shades gue banget. 
Asumsi sebelumnya berlaku kalo lo juga nyobain produk Korea. Ya wajar kan engga akan kawin-kawin warnanya. Tapi explore lah lebih banyak. Rollover Reaction Cushion Compact ini terbilang masih sedikit range shadesnya, Make Over Demi Matte Cushion lebih banyak, ada 6 shades yang bisa lo pilih. Anxiety akan muncul buat lo yang indecisive.

Keduanya Rollover Reaction dan Make Over menyediakan shades yang medium to dark dengan undertones yellow bahkan olive. Alhasil kulit lebih glowing tanpa harus terlihat ashy dan engga malu-maluin diri sendiri.


Pertama kali pakai Cushion juga buat gue adalah produk ini di wajah gue seperti apa. Karena gue anaknya engga mau muka berat kaya dosa dipakaiin complexion yang berat, jadi gue agak picky masalah formula.

Ini kenapa pilihan gue jatuh pada Rollover Reaction dibanding Make Over. Rollover Reaction memberikan klaim kalau ini ringan, sedangkan Make Over dengan kata "Matte" di nama produknya saja sudah mengintimidasi gue.

Jujur, denger kata Matte itu yang ada di pikiran gue adalah coverage nampol, tapi berat.
Namun, pengalaman pertama kali gue pakai Cushion dimanja sama Rollover Reaction yang ringan abis!
Namanya aja Tinted Moisturizer, moisturizer supposed to be lightweight dan itulah yang lo dapatkan dengan produk tersebut.

Gimana engga impressed?

Ada juga tapinya..


Pertama kali pakai Cushion buat gue jadi momen hati-hati banget. Tau kan muka berminyak itu a big big no with glowing complexion. Salah pakai produk, salah proses dan penanganan dijamin muka lo akan jadi bencana.

Dan Cushion identik dengan hasil yang glowing. Wah, idung gue kembang kempis saking nafas gue ngga teratur akibat deg degan banget.

Takut banget kalau ini make up udah farewell aja. Padahal belom sempet pamer ke orang-orang "ini loh gue kalo glowing beneran".

Dan benar saja.
Cushion kalau dipakai hanya Cushion saja, terutama produk Rollover Reaction ini akan hilang dalam 2-4 jam pertama.
Tergantung seberapa aktif lo pada hari itu. Karena hari pertama gue pake Cushion cukup aktif seperti nganterin nyokap ke pasar tradisional, pakai helm balap adek gue dan diterjang panasnya Indonesia Timur jadi gue memaklumi produk di muka gue udah menyerah.


Bahkan semua produk complexion seperti itu, hanya saja dengan Cushion ya lo harus lebih berhati-hati aja. Bukan jenis produk yang bisa lo pakai untuk make up yang tahan lama, cocoknya untuk make up sehari-hari.
Baca Juga : Foundation Favorit Gue Dari The Body Shop
Bisa dibilang pertama kali pakai Cushion buat gue cukup mulus aja kaya jalan tol Andara. Ini juga tergantung produk apa yang lo pakai, dan gue engga menyesali untuk memilih Rollover Reaction. Sesuai kebutuhan, menjawab masalah dan engga masalah di kantong gue.

~
Your Sunday Pills
by ranilukman

Pengalaman Pertama Kali Pakai Cushion

12/12/2019

Coba Gue mau tau siapa diantara Kalian yang engga tau Avoskin PHTE? Mungkin agak mustahil, 2 tahun belakangan ini seinget Gue, Avoskin jadi pembicaraan banyak orang karena produk salah satunya PHTE yang cukup menjual di pasaran.

2 Tahun lalu juga Gue diberikan kesempatan buat mencoba Avoskin PHTE karena acara yang Gue ikuti. Bisa dibilang 2017 adalah kali pertama Gue menggunakan produk Avoskin, yaitu Avoskin PHTE.
Baca Juga : Akhirnya Bertemu Komunitas Beautiesquad
Pertama kali nyobain Avoskin PHTE jujur Gue merasa biasa saja, karena efeknya engga langsung terlihat di kulit wajah Gue. Baru Gue sadari ketika produknya habis dan kulit wajah engga improve dan rasanya berbeda.


Banyak yang bilang Avoskin PHTE ini berfungsi sebagai booster, yaitu produk yang meningkatkan fungsi produk lain. Jadi ketika Gue melepas PHTE ini, produk yang sedang Gue pakai tidak begitu di-"boost".
Baca Juga : Review Produk Avoskin PHTE Lengkap
Lalu penghujung Tahun 2019 Gue membeli lagi Avoskin PHTE dan mencoba mengingat bagaimana rasanya menggunakan produk ini kedua kalinya.

Apa yang memutuskan Gue untuk membeli Avoskin PHTE lagi?

Accessible


Ini faktor pertama Gue membeli Avoskin PHTE lagi, karena mudah didapatkan dimana saja. Sebelumnya Gue mengganti Avoskin PHTE dengan Essence Toner dari Pyunkang Yul dan jujur membeli Pyungkang Yul agak PR karena suka habis dan belum terlalu dijual bebas di Indonesia.

Tapi dengan Avoskin PHTE mudah didapatkan karena official store Avoskin sendiri tersedia di Shopee dan menjual produknya. Avoskin juga sering membuka pop-up store di acara-acara sejenis seperti JakartaxBeauty.
Hal ini memudahkan ketika produk habis, mudah dan cepat untuk membeli lagi. 
Avoskin PHTE Gue ini beli di reseller avoskin per daerah setelah mudah teracuni saat acara JakartaxBeauty. Buat Gue, ini produk lokal, mudah didapatkan, banyak diperbincangkan, kenapa engga beli?


Kebutuhan Kulit


Beberapa bulan lalu Gue merasa mengabaikan kondisi kulit Gue yang sudah mulai engga terurus. Kulit lebih kusam, kasar dan ngerasa kotor aja. Mungkin ini terlalu cheesy kalau dibilang Gue beli ini karena kondisi kulit Gue straight out ugly at that time, tapi memang seperti itu.
Karena saat itu juga Gue jadi ingat ketika menggunakan Avoskin PHTE, kulit Gue lebih baik. Baik banget.
Jadi kenapa engga mengatasi masalah kulit dan kemalasan Gue hanya dengan 1 produk ini? Karena Gue juga sedang ada di tahap malas menggunakan banyak produk yang Gue engga tau itu efeknya apa. Jadi pakai yang memang lagi dibutuhkan kulit, yaitu yang bikin engga kusam, dan lebih halus.

FOMO


Avoskin PHTE ini omongannya timbul tenggelam, namun saat Gue membeli produk ini, Avoskin sedang mengeluarkan PHTE kemasan Born This Way. Sayangnya Gue udah terlanjur membeli yang biasa, kalau engga juga Gue sikat yang versi terbaru. Karena Gue FOMO.
Gue engga mau ketinggalan apa sih yang orang-orang hype-in dari Avoskin PHTE ini.
Setelah dicoba-coba ya wajar kok diomongin karena memang cukup ampuh. Makanya Gue beli lagi deh!


Kalau dibaca, 90% alasan Gue membeli ini bukan karena fungsi produk ini tapi lebih ke ego diri Gue sendiri. But f it, this is for me, idc. Engga munafik, produknya memang bagus. Tapi Gue juga yakin diluar banyak yang lebih bagus namun saat ini Avoskin PHTE yang memenuhi kebutuhan Gue.

Wajar kan kalo Gue beli lagi karena mudah banget dicari, kulit Gue butuh 1 for all, dan Gue emang FOMO aja.

~
Your Sunday Pills
by ranilukman

Keputusan Membeli Avoskin PHTE Lagi!

11/12/2019

So, Mizzu Cosmetics in Collaboration with Fore Coffee just released Mizzu Coffee Break with 3 shades that smells so caffeine and you need to know why you'll gotta love this one!


Karena Gue udah mencoba Mizzu Coffee Break ini, Gue akan menjabarkan 3 alasan kenapa Lo harus coba Mizzu Coffee Break! Bukan, bukan biar FOMO.


Wangi Kopinya ...

Iya dong ini kolaborasi antara Mizzu Cosmetics dan Fore Coffee pasti dari nama produk juga bisa tebak kan kalau akan seperti apa? Minimal wangi produk yang seperti kopi. Seperti itulah wangi Mizzu Coffee Break.
Wangi kopi yang kuat and I may call it sooo relaxing
Gue bukan pecinta kopi "banget" tipe wangi kopi di produk ini bukan tipe kopi yang Gue sukai. Tapi buat Gue, wanginya ini juara! Karena Gue cukup suka wangi kopi yang menyengat dan kopi banget.


Beberapa orang yang ngerti kopi banget mungkin bisa bilang ini produk dengan wangi kopi yang "dibuat-buat", it's okay. Tapi itu juga masalah preferensi kan? Yang harus diantisipasi adalah karena baunya yang cukup kuat jadi untuk yang hidungnya sensitif harus waspada aja. Takutnya bisa sampai mules dan bukannya jadi suka sama produknya malah eneg.

Buat Gue ini adalah wangi pada produk bibir yang cukup berbeda, belum pernah nemu produk dengan bau kopi sekuat ini. Mungkin karena ini kolaborasi sama kopi hits jadi wajar wangi kopi yang ditonjolkan.


Berbeda dengan Formula Mizzu Sebelumnya

Gue pernah nyobain produk bibir Mizzu sebelumnya yang lipcream juga series Valipcious. Bukan favorit Gue, bukan pilihan pertama. Tapi Mizzu Coffee Break ini favorit Gue saat ini dan sedang jadi produk bibir pilihan pertama Gue.
Sangat ringan, engga patchy, dan dry-lip friendly!
Pertama kali dipakai rasanya cukup ringan sampai medium lah, warnanya juga lebih vibrant. Tapi ketika produk sudah kering di bibir, rasanya lebih ringan dan warna yang lebih soft. Gue menggarisbawahi kata ringan ya karena kalau pertama kali pakai mungkin bisa langsung engga suka, tapi coba sabar beberapa detik dan tunggu sampai kering. Bet you'll love it!


Kebetulan shade Mizzu Coffee Break yang Gue pakai adalah Fore Mocha, warna nude orange yang agak netral undertonenya. Untuk bibir Gue yang rada gelap ini, coveragenya medium namun karena dia engga patchy jadi bisa di layer sampai 3 kali dan tetap terlihat baik-baik saja.

Kaya yang Gue bilang ini beda denga formula Mizzu Valipcious sebelumnya. Ini lebih jadi favorit Gue.


Ternyata Bisa Dijadikan Blush & Eyeshadow

Seperti yang Gue bilang sebelumnya, formula yang berbeda dari produk bibir Mizzu sebelumnya. Salah satunya di tekstur Mizzu Coffee Break yang lebih halus, lembut dan mudah dibaurkan.
Dengan tekstur lembut seperti ini, paling bisa dijadikan blush dan eyeshadow
Gue udah mencoba dan super berhasil! Karena yang tadi Gue bilang tekstur yang lembut dan halus bikin Mizzu Coffee Break gampang dibaurkan bahkan di atas kulit yang sudah dipakaikan foundation. Karena formula yang engga patchy juga bikin Mizzu Coffee Break saat dipakaikan di kelopak mata engga crack dan lebih halus. Tentunya selama produk di set dengan eyeshadow warna sejenis yaaa.

Namun pilihan ini bisa jadi salah satu alasan kenapa Lo harus coba Mizzu Coffee Break karena kaya gini jadi lebih travel-friendly bayangin aja 3 fungsi makeup dalam 1 produk?


Baca Juga : Tentang Zoya Metallic Lip Paint
Baca Juga : Make Over Intense Matte Lip Cream
Jadi itu adalah 3 alasan Lo harus coba Mizzu Coffee Break ini! Tenang, ada 3 shades kok yang bisa Lo pilih sesuai kebutuhan atau keinginan. Main-main aja ke Instagram atau langsung ke Shopee terus checkout juga boleh.

Wangi kopi, formula yang diperbarui dan multifungsi ini adalah alasan kenapa Lo harus coba Mizzu Coffee Break.

~
Your Sunday Pills
by ranilukman

3 Alasan Kenapa Harus Coba Mizzu Coffee Break

10/12/2019

Instagram @yoursundaypills