SOCIAL MEDIA

Kilas Balik Pakai Bullet Journal

09/01/2020


Udah tau belum bullet journal? Sistem journalling yang lagi digandrungi ini udah gue terapkan sejak pertengahan 2017. Berawal dari suka nonton youtube, ketemu Amanda Rach Lee terus jadi pengen bullet journaling deh.

Bullet Journal adalah sistem jurnal yang bisa kita custom sendiri isi journal sesuai keinginan kita. Namun namanya sistem, tetap ada aturan dan arahan juga kok. Kalau penasaran dengan bullet journal, gue saranin cek langsung ke website mereka di www.bulletjournal.com.

Gue sendiri tertarik dengan bullet journal karena sistemnya yang fleksibel dan cocok banget. Permasalah gue dengan jurnal atau planner adalah semua yang tersedia di pasaran itu punya template yang engga memenuhi kebutuhan gue. Sedangkan dengan bullet journal, gue bisa membuat jurnal gue sesuai kebutuhan.

Alhamdulillah dari 2017 sampai awal 2020 ini gue masih aktif pakai bullet journal. Karena merasa sangat terbantu dan bikin gue cukup improve dalam produktifitas gue sehari-hari. Sure, there's a smartphone yang lebih accessible dan gampang, tapi gue udah terbiasa dengan gerakan menulis yang bikin gue lebih gampang mengingat pekerjaan dan hal-hal penting.

Eh, jadi bacot deh.

Kita kilas balik aja kali ya.

Awal Mula

Notebook pertama gue dari The Buddy Books, cek aja instagramnya. Karena sistem bullet journaling itu lo custom isi jurnal lo sendiri yang dimana ada gambar-gambar karena benar-benar dari 0, jadi kertas yang disaranin juga yang titik-titik, atau kotak-kotak. Nah, awalnya cuma di The Buddy Books gue menemukan buku dengan kertas sesuai kebutuhan gue. Harganya juga mursida dan covernya bisa custom pula.


Pada masa ini, gue lebih bermain dengan warna dan desain. Gue benar-benar terinspirasi dari Amanda Rach Lee ketiplek plek plek. Pokoknya dia bikin tema apa bulan itu gue ikutin deh, sampe-sampe rela ke Intermedia buat beli spidol warna baru. Aduh masa ini bikin kangen sih, karena proses jurnalnya cukup rileks dan bisa mengisi waktu luang gue banget.

Pada awal mula ini juga sistem jurnal yang gue pake itu mirip kebanyakan orang di pinterest sama youtube, ada mood tracker, habit tracker, sampe ada budget tracker. Pas di kilas balik nih, ini semua sangat engga berguna buat gue pada saat itu mengingat dulu gue super lalai. Tapi jadi bikin gue lebih banyak belajar dan bisa improve lagi.

Momen Jungkir Balik

Saat ini kenapa namanya momen jungkir balik? Karena saat gue udah sibuk kerja dan gue benar-benar minim waktu untuk duduk merias jurnal gue. Makanya gue pakai desain yang sederhana, tapi tetap ada warna yang minim effort. Saat ini juga gue udah agak engga berkiblat ke Amanda lagi, referensi gue kebanyakan dari Instagram dengan kata kunci minimalistic bullet journal.


Alasan selanjutnya kenapa ini momen jungkir balik karena ini ketika gue mempertanyakan fungsi gue pakai bullet journal untuk apa? apa cuma buat FOMO atau memang ada fungsinya, makanya beberapa spread itu kosong dan isinya cuma kaya to-do list aja jurnal ini.

Eh ngomong-ngomong notebooknya masih dari The Buddy Books, tapi kali ini covernya gue desain sendiri terinspirasi dari scene Harry Potter buku Ke-2.

Ah Elah Bodo Amat

Ini 2019 benar-benar isinya bodo amat, gue hanya akan fokus ke hal-hal yang benar-benar bermanfaat buat gue. Di poin ini juga gue memutuskan bahwa menggunakan bullet journal adalah untuk mengorganisir hidup gue lebih baik lagi, makanya isinya hanya hal-hal yang benar-benar gue pakai.


Engga ada lagi tuh hias menghias pake warna-warna, jadi lebih hemat deh buat engga beli Zebra Mildliner yang bikin gue miskin. Gue cuma mengandalkan brush pen sama pulpen Sarasa dan spread yang gue pakai pun kaya kalender bulanan, idea dump, sama hal-hal yang berhubungan sama kondisi kerjaan gue. Makanya saat ini itu bullet journal gue benar-benar ada fungsinya dan engga asal FOMO.

By the way, ini notebooknya juga masih dari The Buddy Books (eh tapi ini beneran bukan sponsor ya, gue cuma belum nemu yang pas pada saat ini) tapi bedanya kali ini gue beli yang covernya faux leather dan ada karet tepian gitu.

New Chapter, elah.

2020 ini gue akan mencoba memfungsikan bullet journal gue untuk mencapai visi misi untuk kehidupan dunia dan akhirat yang lebih baik. Isinya engga neko-neko kok, masih sama seperti yang sebelumnya cuma gue tambahin kaya habit i like to keep, improve and leave, terus goals & plan, sama 21 before 2021. Pokoknya memfungsikan untuk benar-benar membenahi diri gue deh.


Selain itu untuk desain pun gue lebih ke arah sederhana namun agak rias merias sedikit. Mungkin ini terpengaruh karena notebook baru kali yaaa. Kali ini notebooknya dari Typo, gue suka karena kertasnya enak dan spasi titik-titiknya itu engga besar-besar jadi bisa muat isi semua tanggal untuk 1 tahun. Harga agak mahal dari The Buddy Books, tapi wajar karena ada harga ya ada kualitas, karena kualitas juga cukup beda jauh.

Selain itu, 2020 ini bullet journal gue niatkan untuk gue pakai setiap hari. Bukan hanya untuk nyatet kerjaan gue ngapain, tapi setiap harinya sebelum tidur gue berusaha untuk ngejurnal, yaitu dengan pakai gratitude log, yang penasaran boleh cari tau aja di Google.

Ah, asiknya bullet journal.

~~
Your Sunday Pills
by ranilukman

Post a comment

Hi Awesome! You can comment as nice and as much as you want, just please don't include active link ;)

Instagram @yoursundaypills